Berita

Kegiatan

Artikel

Latest Updates

TKIT Nurul Islam Getasan Salurkan Domba Kurban

Juli 18, 2021
Winarsih, Kepala TKIT Nurul Islam Getasan, Senin (19/7) menyalurkan satu ekor domba kurban kepada jamaah Masjid Al-Huda Jampelan, Kecamatan Getasan

Getasan-TKIT Nurul Islam Getasan yang beralamatkan di Dusun Jampelan, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Senin (19/7) menyalurkan satu ekor domba kurban. Penyaluran di Masjid Al-Huda Jampelan diterima oleh perwakilan salah satu jamaah.

Winarsih, Kepala TKIT Nurul Islam Getasan mengatakan program berbagi hewan kurban menjadi program rutin dari sekolah. Dengan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kepedulian kepada masyarakat. Selain itu juga untuk memberikan edukasi tentang ibadah kurban kepada para siswa.

“Hari ini kami menyalurkan satu ekor domba untuk kurban kepada jamaah Masjid Al-Huda Jampelan. Program ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Semoga yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat untuk masyarakat lebih-lebih di masa pandemi seperti sekarang ini,” kata Winarsih.

Rohmi, jamaah Masjid Al-Huda yang menerima hewan kurban mengucapkan terima kasih kepada sekolah. Domba kurban ini nantinya akan dibagikan kepada jamaah masjid. Meskipun sudah ada yang berkurban tetapi masih masih minim belum bisa menjangkau seluruh masyarakat.

“Saya mewakili masyarakat Jampelan mengucapkan terima kasih kepada TKIT Nurul Islam Getasan atas bantuan domba untuk kurban ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sini. Semoga TKIT Nurul Islam tambah maju dan sukses,” kata Rohmi.

Selain satu ekor domba yang disalurkan di Dusun Jampelan, rencananya TKIT Nurul Islam juga akan menyembelih dua ekor domba. Dua ekor domba tersebut akan dimasak dan dibagikan kepada seluruh siswa dengan guru berkunjung ke rumah-rumah siswa.

Kepsek Ingatkan Siswa Bijak Bersosial Media di Masa PJJ

Juli 12, 2021

Kegiatan Pembukaan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022 SMPIT Izzatul Islam Getasan yang digelar secara virtual, Senin (12/7).

Getasan, Kabupaten Semarang-Hari ini, Senin (12/7), SMPIT Izzatul Islam Getasan melaksanakan kegiatan pembukaan tahun pelajaran baru 2021/2022 secara virtual. Para siswa termasuk guru dan karyawan mengikuti acara tersebut. Untuk siswa mengikuti dari rumah masing-masing sedangkan guru dan karyawan mengikuti dari sekolah dengan laptop atau gadgetnya masing-masing.

Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan dalam sambutannya mengingatkan kepada siswa untuk bijak dalam bermedia sosial. Ia meminta kepada siswa untuk bertanggungjawab menggunakan fasilitas gadget dan pulsa dari orang tua untuk belajar. Bukan untuk game online apalagi mengakses situs yang negatif.

“Di masa Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ ini dimana anak-anak akan sering menggunakan gadget yang terhubung dengan internet. Saya mengingatkan kepada seluruh siswa agar amanah dan bertanggungjawab menggunakan fasilitas tersebut untuk belajar. Bukan untuk bermain game online yang menghabiskan pulsa. Apalagi untuk mengakses konten-konten negatif yang tidak bermanfaat,” kata Muniroh.

Ia juga mengingatkan siswa tentang pentingnya menjadi siswa yang berkarakter mulia di masa PJJ. Oleh karenanya, sekolah akan melakukan evaluasi harian kepada siswa mengenai pembiasaan islami melalui grup whatsapp. Setiap siswa akan didampingi intensif oleh guru yang memantau pelaksanaan ibadah siswa di rumah. Siswa melaporkan secara berkala pelaksanaan ibadah, belajar, membantu orang tua, dan aktivitas lainnya yang dilakukan di rumah.

Indana Zulfa, salah satu siswa baru SMPIT Izzatul Islam mengaku tetap bersyukur dan menikmati kegiatan pembelajaran secara virtual dari rumah. Ia menyadari karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Pertimbangan pemerintah tentang kesehatan dan keselamatan siswa patut didukung. Namun, ia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Ia mengaku tetap lebih suka mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Ya, Alhamdulillah, kami tetap merasakan enjoy mengikuti pembukaan pembelajaran di SMPIT Izzatul Islam meskipun dilaksanakan secara daring. Memang kondisi covid-19 masih meningkat. Kita harus selalu menjaga kesehatan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Saya berharap kondisi ini segera berakhir dan pembelajaran bisa dilaksanakan tatap muka di sekolah,” kata Indana siswa baru lulusan SD di Jakarta.

Yayasan Izzatul Islam Salurkan Bantuan bagi Warga Isoman

Juni 27, 2021

Rumiyati, perwakilan dari Yayasan Izzatul Islam menyerahkan bantuan kepada warga Kenteng Sumogawe yang sedang isoman diterima oleh Kadus Kenteng.

Getasan, Kabupaten Semarang - Tingginya lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Semarang membuat perhatian banyak kalangan. Tak terkecuali, Yayasan Izzatul Islam Getasan. Minggu (27/6), melalui tim sosial, yayasan tersebut menyalurkan bantuan berupa sejumlah uang tunai kepada warga di Dusun Kenteng, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan. Bantuan diterima langsung oleh Wistiyani, Kepala Dusun Kenteng.

Wistiyani, Kepala Dusun Kenteng memberikan informasi bahwa di Dusun Kenteng terdapat 12 warga yang terkonfirmasi positif. Tidak kurang dari lima rumah saat ini menjalani isolasi mandiri. Oleh karena itu, sementara waktu di Dusun Kenteng diberlakukan Lockdown.

"Ada 12 warga yang terkonfirmasi positif. Sekarang menjalani isolasi mandiri. Karena jumlah yang menurut kami banyak maka kami berlakukan Lockdown," kata Wistiyani.

Ia menambahkan dengan adanya Lockdown ini, gugus tugas pencegahan Covid-19 Dusun Kenteng harus memasak setiap hari. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan makan sebanyak sekitar 40 warga. 

Dengan adanya bantuan dari Yayasan Izzzatul Islam, ia mengaku berterima kasih. Bantuan yang diterima pasti bermanfaat untuk warganya.

"Terima kasih kepada Yayasan Izzatul Islam atas bantuan ini. InsyaAllah sangat bermanfaat untuk warga kami. Kami hanya bisa mendoakan semoga Allah berikan balasan yang berlipat bagi yayasan," tambah Wistiyani.

Rumiyati, salah satu Tim Sosial Yayasan Izzatul Islam yang menyalurkan bantuan turut mendoakan semoga warga yang terpapar segera diberikan kesembuhan. Ia juga berpesan kepada warga melalui gugus tugas agar selalu menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. 

"Kami dari Yayasan Izzatul Islam memberikan sedikit bantuan bagi warga semoga bermanfaat. Mari bersama-sama selalu mengingatkan warga untuk menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Kepada warga yang sedang terpapar Covid-19, semoga segera diberikan kesembuhan," kata Rumiyati.

Pendatang Baru Tetapi Rising Star

Juni 27, 2021
Dwi Pujiyanto, Guru Pendamping dan Ahnaf Rafi Atha'ullah berpose di Aula Disdikbudpora Kabupaten Semarang usai menerima trophy dan uang pembinaan lomba FLS2N.

Hari ini, Kamis (24/6), saya mengantar salah satu siswa kami di SMPIT Izzatul Islam Getasan, Ahnaf Rafi Atha'ullah mengambil hadiah dan trophy Juara 3 Lomba Desain Poster FLS2N SMP Tingkat Kabupaten Semarang di Aula Disdikbudpora Kab. Semarang. Hari ini hujan turun sejak pagi. Meskipun secara hitungan harusnya sudah peralihan ke musim kemarau. Namun, sekarang hitungan atau prediksi sangat sulit. Serba tidak menentu. Pikir kami, karena hanya satu siswa yang berhasil meraih juara. Maka kami putuskan pakai kendaraan bermotor saja. Toh, acaranya hanya mengambil hadiah dan trophy. Tapi karena dihadang hujan. Sempat dua kali menepi berteduh.

Beruntung hari ini juga ada agenda sekolah di Ungaran, yaitu kepala sekolah yang diwakili operator dan proktor sekolah. Mereka pakai mobil. Karena ada peserta dari TK ibu-ibu yang bareng. Sebetulnya acaranya berbeda, jamnya berbeda, dan tempatnya berbeda. Maka kami naik motor. Karena merasa kasihan kepada siswa kalau basah kehujanan. Karena hanya memakai satu jas hujan yang tidak bisa mengcover secara maksimal untuk dua orang. Maka saya putuskan, calling rombongan di belakang yang pakai mobil untuk mengantar siswa. Kami mengikuti dari belakang. Saat hujan sedang deras-derasnya.

Betul saja, sampai Aula Disdikbudpora Kab. Semarang, kami termasuk terlambat. Dari sekian lomba tinggal menyisakan empat pemenang saja yang belum mengambil, salah satunya dari kami. Hujan masih turun membasahi bumi.

Begitu masuk aula, petugas langsung mempersilakan anak membubuhkan tandatangan di beberapa lembar. Ada dua petugas. Petugas pertama menyerahkan trophy. Sedangkan petugas kedua menyerahkan uang pembinaan.

Usai diserahkan, petugas kedua mengkondisikan siswa untuk diambil gambarnya. Kami pun juga dipersilakan mendampingi siswa kami untuk diambil gambarnya. Kok paham men sebelum dimintai tolong sudah mempersilakan diri. Hehe.

Usai foto-foto, kami tak langsung pulang. Meminta izin untuk tetap di aula dulu. Karena rintik-rintik hujan masih berjatuhan terus menerus di luar. Petugas bertanya, lha masih menunggu siapa?. Kami pun menjawab, menunggu hujan reda. Oh, ya, silakan nunggu di sini dulu nggak papa. Kalau mau nyari yang anget-anget di sana di pohon beringin itu masuk, tempate mbak pri. Katanya. Maksudnya anget-anget, di sana ada warung, ya, guys. Jangan berpikiran lain.

Kamipun menunggu. Ternyata, tidak lama datang rombongan dari sekolah lain mengambil hadiah juga. Ternyata memang masih ada yang lebih terlambat daripada kami.

Di saat menunggu. Saya teringat beberapa waktu lalu ada pengumuman di grup Bimtek mengenai sertifikat Bimtek yang sudah jadi. Mumpung sudah sampai sini. Maka kami pun melangkahkan kaki ke ruangan di mana sertifikat itu berada. Ya, kami menuju ke ruang PTK SMP. Di luar kami bertemu Pak Kabid PTK. Kami beranikan bertanya dan diarahkan ke Bu Nurul yang berada di ruangan.

Betul, kami masuk, dan yang di dalam ruangan bertanya, mau ketemu siapa mas. Permisi, ibu, kami mau mengambil sertifikat Bimtek. Oh, ya silakan dengan Bu Nurul. Bu, Nurulpun yang saya lihat sedang melakukan pekerjaannya. Beralih segera menyodorkan beberapa tumpukan sertifikat Bimtek yang saya maksud. Ternyata masih sangat banyak. Mayoritas peserta Bimtek belum mengambil.

Betul, karena masih banyak dan banyak tumpukan. Saya mencari. Saya perhatikan satu per satu. Diwolak-walik. Cukup lama saya berdiri. Mungkin lima menitan. Belum juga bertemu. Saya pun berucap kok belum ketemu, ya Bu. Njenengan mapel apa? Bahasa Inggris, Bu. Oh, kok, bahasa Inggris, njenengan susulan yake. Komentar petugas tersebut. Nggak i bu. Njenengan namanya siapa, Dwi Pujiyanto, Bu. Oh, kayake saya nggak menulis Dwi Pujiyanto. Perasaan jadi tambah khawatir. Padahal saat di Bimtek saya dua kali memimpin doa, doa pembuka dan doa penutup. Bahkan saat sesi materi saya juga presentasi.

Lalu, ibu-ibu di samping, berdiri. Mungkin yang guru penggerak Bu, lalu dicarikan. Dan ketemu. Nama saya tertulis di situ. Alhamdulillah.

Di saat proses mencari tadi, ada ibu-ibu di belakang saya. Tiba-tiba bertanya. Izzatul Islam ada pondoknya. Sambil mencari saya mengatakan. Ada Bu, dengan menoleh ke ibunya. Sebulan berapa? Saya jawab All in 1juta Bu. Ibunya menyahut, diskonnya berapa? Katanya. Ibu-ibu yang lain. Ya, jangan minta diskon to, bu,hehe.

Ibu-ibu, yang menyahut tersebut kemudian mengatakan, saya tu salut, bangga dengan SMPIT Izzatul Islam Getasan, pendatang baru tapi langsung rising star⭐. Sekolah swasta yang lain saja langsung gini (sambil menggerakkan tangan dari atas ke bawah, hehe, tahu kan maksudnya).

Saya tu, bertanya-tanya, gmn to caranya itu. Kami jawab sebenarnya kami juga sudah pengalaman mengelola di SD nya. Masih belum puas, iya, sih, tapi kok bisa UN dari pertama langsung masuk 10 besar terus, lomba-lomba juga sering menang. Nah, itu Bu, yang sulit diungkapkan dan tidak terlihat dari kami. Keikhlasan dalam pengabdian kami.

Ibu yang tadi bertanya perihal pondok pesantren, oh ya pak, kapan-kapan tak main ke sana. Terus terang, ini saya juga mau mencarikan pondok untuk anak saya. Njih, ibu, sumonggo, kami tunggu di sekolah dan pondok pesantren kami. Hujan, belum juga reda, kami putuskan cari anget-anget yang tadi direkomendasikan. Dan tertulislah. Tulisan ini.

Dwi Pujiyanto Ditulis di Warkop Beringin Disdikbudpora

Raker Yayasan: Dengan Bersama Kita Kuat

Juni 23, 2021

Ketua Dewan Pembina Yayasan Izzatul Islam, Ny. Tiyem Siswanto saat memberikan arahan pada raker Yayasan Izzatul Islam Getasan, Senin (21/6) di Aula SDIT Izzatul Islam Getasan.

Getasan, Kabupaten Semarang-Yayasan Izzatul Islam Getasan, Kabupaten Semarang menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahunan, Sabtu (19/6) dan Senin (21/6) di Aula SDIT Izzatul Islam Getasan. Dalam raker yang diikuti oleh puluhan pengurus ini dirumuskan arah kebijakan dan program kerja yayasan selama satu tahun mendatang.

Yayasan Izzatul Islam Getasan yang fokus pada bidang pendidikan, dakwah, dan sosial menaungi empat lembaga pendidikan. Diantara lembaga pendidikan tersebut, yakni TK Islam Izzatul Islam, SDIT Izzzatul Islam, SMPIT Izzatul Islam, dan TKIT Nurul Islam Getasan. Yayasan ini mengelola ratusan guru  dan karyawan serta ribuan peserta didik.

Tiyem, Ketua Dewan Pembina Yayasan yang turut hadir pada acara raker mengajak kepada pengurus untuk bekerja dengan ikhlas dan saling bekerjasama. Menurutnya dengan kekompakan dan kerjasama antar pengurus program kerja yang dibuat akan bisa terlaksana dengan baik. Serta dapat menghasilkan output yang baik untuk kemajuan yayasan dan lembaga pendidikan.

"Dengan bersama kita akan kuat. Saya bukan siapa-siapa tanpa panjenengan semua. Kami mengajak kepada seluruh pengurus untuk bekerja ikhlas. Semoga tercatat sebagai amal sholih dan menjadi pemberat pahala di akhirat kelak," kata Tiyem.

Dwi Pujiyanto, Ketua Panitia Raker menjelaskan bahwa Raker dilaksanakan selama dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan. Pada hari pertama fokus pada rapat bidang sedang hari kedua dilaksanakan pleno hasil rapat bidang. Selain itu pada pembukaan juga diisi materi pengelolaan yayasan menghadirkan Ahmad Rokhim dari Yayasan WABIM Salatiga.

"Raker dilaksanakan dua hari. Hari pertama menghadirkan pemateri tentang pengelolaan yayasan dari Yayasan WABIM Salatiga. Hari kedua presentasi program kerja dari setiap bidang," kata Dwi Pujiyanto.

Kesempatan Meraih Amal Jariyah: Wakaf Paving Blok SMPIT Izzatul Islam Getasan

Oktober 15, 2020

SMPIT Izzatul Islam memberikan kesempatan dan mengajak para wakif untuk mendukung program Wakaf Paving Blok untuk jalan halaman sekolah kami. Kondisi saat ini masih krakal (berbatu) belum dihaluskan dengan pengeras jalan. Rencana akan dipaving agar air tetap meresap. Biaya yang dibutuhkan sekitar 100 juta rupiah. Bagi bapak ibu yang ingin berwakaf silakan mentransfer ke nomor rekening yang tercantum dan mohon konfirmasi apabila sudah mentransfer. Kami mengucapkan syukron jazakumullah khairan katsiran, semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Aamiin

 

 
Copyright © Sekolah Islam Terpadu Izzatul Islam . Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates