Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Hidayatul Aliyah, Siswi SMPIT Izzatul Islam Getasan Raih Juara 1 POPDA Pencak Silat Kabupaten Semarang

Oktober 05, 2021

Hidayatul Aliyah, Siswi kelas 7 SMPIT Izzatul Islam Getasan memegang medali emas dan piagam penghargaan setelah menjadi Juara 1 Pencak Silat dalam ajang POPDA SMP/MTs se-Kabupaten Semarang di GOR Wujil.

Ungaran-Hidayatul Aliyah (12), siswi kelas VII SMPIT Izzatul Islam Getasan berhasil menjadi Juara 1 Pencak Silat Seni Tunggal Putri jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Semarang. Medali emas diraih setelah mengikuti babak final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) secara luring di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Senin (27/9). Babak Final diikuti oleh tiga peserta yang terjaring dari seleksi babak penyisihab secara daring dengan mengirimkan video.

Hidayatul Aliyah yang sejak usia SD sudah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat mengaku bersyukur atas prestasi ini. Ia mengaku prestasi yang diraih merupakan hasil jerih payah saat latihan, kesabaran pelatih, dan dukungan dari orang tua. Disela-sela sekolah ia rajin berlatih baik di sekolah maupun di rumah.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa menang juara satu hari ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada pelatih saya, dukungan sekolah, guru, orang tua, dan teman-teman. Berkat doa dan dukungan dari mereka, saya bisa tampil maksimal dan meraih juara satu. Ia berjanji akan terus berlatih untuk mempersiapkan pertandingan di tingkat provinsi,” kata Hidayatul Aliyah.

Hidayatul Aliyah meraih nilai 419, unggul satu point dari peraih medali perak, Sisca Puspadini dari SMPN 3 Ungaran yang meraih nilai 418. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Keysa Ragil Fadela dari SMPN 1 Ungaran dengan nilai 409. Hidayatul Aliyah, peraih medali emas akan mewakili Kabupaten Semarang dalam pertandingan di tingkat provinsi sekitar bulan Maret atau April 2022.

Varra Nadia Zikan, Siswa SMPIT Izzatul Islam Juarai MTQ MAPSI Kabupaten Semarang

Oktober 05, 2021

Varra Nadia Zikan, Siswi Kelas 8 SMPIT Izzatul Islam Getasan menerima trophy Juara 1 Lomba Tilawah Al-Qur'an MAPSI Kabupaten Semarang yang diserahkan oleh Bapak Muchlas, Pengawas SMP Kabupaten Semarang di SMP N 1 Bringin.

Bringin
-Varra Nadia Zikan, siswa kelas VIII SMPIT Izzatul Islam Getasan, Kamis (23/9) meraih juara 1 Lomba MAPSI SMP Cabang Tilawah Al-Qur'an putri tingkat Kabupaten Semarang. Dengan kemenangan ini, maka ia akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah sekitar bulan November 2021 mendatang. Lomba yang digelar di SMP N 1 Beringin ini diikuti oleh peserta terbaik dari tujuh sub sanggar di Kabupaten Semarang.

Varra Nadia Zikan mengatakan bahwa ia sangat bersyukur atas kemenangan ini. Hal itu ia raih dengan latihan yang intensif dan bimbingan gurunya yang luar biasa serta doa restu orang tua. Selama seminggu berturut-turut selalu latihan. Ia berjanji akan terus berlatih agar menjadi yang terbaik di tingkat selanjutnya.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya berterima kasih kepada guru pembimbing, orang tua saya, dan teman-teman saya yang mendoakan dengan tulus. Mohon doanya semoga saya bisa kembali menjadi yang terbaik di tingkat provinisi," kata Nadin panggilan akrab Varra Nadia Zikan.

Selain cabang Tilawah Al-Qur'an, Lomba MAPSI ini juga ada cabang lomba yang lainnya. Diantaranya Tahfidzul Qur'an, Tartil Al Qur'an, Pidato, Kaligrafi, rebana, Adzan, dan Cerdas Cermat Islami (CCI). Para pemenang dari setiap cabang akan kembali bertanding di tingkat provinsi, kecuali cabang lomba adzan. Lomba adzan hanya dipertandingkan sampai tingkat Kabupaten Semarang.

Pendatang Baru Tetapi Rising Star

Juni 27, 2021
Dwi Pujiyanto, Guru Pendamping dan Ahnaf Rafi Atha'ullah berpose di Aula Disdikbudpora Kabupaten Semarang usai menerima trophy dan uang pembinaan lomba FLS2N.

Hari ini, Kamis (24/6), saya mengantar salah satu siswa kami di SMPIT Izzatul Islam Getasan, Ahnaf Rafi Atha'ullah mengambil hadiah dan trophy Juara 3 Lomba Desain Poster FLS2N SMP Tingkat Kabupaten Semarang di Aula Disdikbudpora Kab. Semarang. Hari ini hujan turun sejak pagi. Meskipun secara hitungan harusnya sudah peralihan ke musim kemarau. Namun, sekarang hitungan atau prediksi sangat sulit. Serba tidak menentu. Pikir kami, karena hanya satu siswa yang berhasil meraih juara. Maka kami putuskan pakai kendaraan bermotor saja. Toh, acaranya hanya mengambil hadiah dan trophy. Tapi karena dihadang hujan. Sempat dua kali menepi berteduh.

Beruntung hari ini juga ada agenda sekolah di Ungaran, yaitu kepala sekolah yang diwakili operator dan proktor sekolah. Mereka pakai mobil. Karena ada peserta dari TK ibu-ibu yang bareng. Sebetulnya acaranya berbeda, jamnya berbeda, dan tempatnya berbeda. Maka kami naik motor. Karena merasa kasihan kepada siswa kalau basah kehujanan. Karena hanya memakai satu jas hujan yang tidak bisa mengcover secara maksimal untuk dua orang. Maka saya putuskan, calling rombongan di belakang yang pakai mobil untuk mengantar siswa. Kami mengikuti dari belakang. Saat hujan sedang deras-derasnya.

Betul saja, sampai Aula Disdikbudpora Kab. Semarang, kami termasuk terlambat. Dari sekian lomba tinggal menyisakan empat pemenang saja yang belum mengambil, salah satunya dari kami. Hujan masih turun membasahi bumi.

Begitu masuk aula, petugas langsung mempersilakan anak membubuhkan tandatangan di beberapa lembar. Ada dua petugas. Petugas pertama menyerahkan trophy. Sedangkan petugas kedua menyerahkan uang pembinaan.

Usai diserahkan, petugas kedua mengkondisikan siswa untuk diambil gambarnya. Kami pun juga dipersilakan mendampingi siswa kami untuk diambil gambarnya. Kok paham men sebelum dimintai tolong sudah mempersilakan diri. Hehe.

Usai foto-foto, kami tak langsung pulang. Meminta izin untuk tetap di aula dulu. Karena rintik-rintik hujan masih berjatuhan terus menerus di luar. Petugas bertanya, lha masih menunggu siapa?. Kami pun menjawab, menunggu hujan reda. Oh, ya, silakan nunggu di sini dulu nggak papa. Kalau mau nyari yang anget-anget di sana di pohon beringin itu masuk, tempate mbak pri. Katanya. Maksudnya anget-anget, di sana ada warung, ya, guys. Jangan berpikiran lain.

Kamipun menunggu. Ternyata, tidak lama datang rombongan dari sekolah lain mengambil hadiah juga. Ternyata memang masih ada yang lebih terlambat daripada kami.

Di saat menunggu. Saya teringat beberapa waktu lalu ada pengumuman di grup Bimtek mengenai sertifikat Bimtek yang sudah jadi. Mumpung sudah sampai sini. Maka kami pun melangkahkan kaki ke ruangan di mana sertifikat itu berada. Ya, kami menuju ke ruang PTK SMP. Di luar kami bertemu Pak Kabid PTK. Kami beranikan bertanya dan diarahkan ke Bu Nurul yang berada di ruangan.

Betul, kami masuk, dan yang di dalam ruangan bertanya, mau ketemu siapa mas. Permisi, ibu, kami mau mengambil sertifikat Bimtek. Oh, ya silakan dengan Bu Nurul. Bu, Nurulpun yang saya lihat sedang melakukan pekerjaannya. Beralih segera menyodorkan beberapa tumpukan sertifikat Bimtek yang saya maksud. Ternyata masih sangat banyak. Mayoritas peserta Bimtek belum mengambil.

Betul, karena masih banyak dan banyak tumpukan. Saya mencari. Saya perhatikan satu per satu. Diwolak-walik. Cukup lama saya berdiri. Mungkin lima menitan. Belum juga bertemu. Saya pun berucap kok belum ketemu, ya Bu. Njenengan mapel apa? Bahasa Inggris, Bu. Oh, kok, bahasa Inggris, njenengan susulan yake. Komentar petugas tersebut. Nggak i bu. Njenengan namanya siapa, Dwi Pujiyanto, Bu. Oh, kayake saya nggak menulis Dwi Pujiyanto. Perasaan jadi tambah khawatir. Padahal saat di Bimtek saya dua kali memimpin doa, doa pembuka dan doa penutup. Bahkan saat sesi materi saya juga presentasi.

Lalu, ibu-ibu di samping, berdiri. Mungkin yang guru penggerak Bu, lalu dicarikan. Dan ketemu. Nama saya tertulis di situ. Alhamdulillah.

Di saat proses mencari tadi, ada ibu-ibu di belakang saya. Tiba-tiba bertanya. Izzatul Islam ada pondoknya. Sambil mencari saya mengatakan. Ada Bu, dengan menoleh ke ibunya. Sebulan berapa? Saya jawab All in 1juta Bu. Ibunya menyahut, diskonnya berapa? Katanya. Ibu-ibu yang lain. Ya, jangan minta diskon to, bu,hehe.

Ibu-ibu, yang menyahut tersebut kemudian mengatakan, saya tu salut, bangga dengan SMPIT Izzatul Islam Getasan, pendatang baru tapi langsung rising star⭐. Sekolah swasta yang lain saja langsung gini (sambil menggerakkan tangan dari atas ke bawah, hehe, tahu kan maksudnya).

Saya tu, bertanya-tanya, gmn to caranya itu. Kami jawab sebenarnya kami juga sudah pengalaman mengelola di SD nya. Masih belum puas, iya, sih, tapi kok bisa UN dari pertama langsung masuk 10 besar terus, lomba-lomba juga sering menang. Nah, itu Bu, yang sulit diungkapkan dan tidak terlihat dari kami. Keikhlasan dalam pengabdian kami.

Ibu yang tadi bertanya perihal pondok pesantren, oh ya pak, kapan-kapan tak main ke sana. Terus terang, ini saya juga mau mencarikan pondok untuk anak saya. Njih, ibu, sumonggo, kami tunggu di sekolah dan pondok pesantren kami. Hujan, belum juga reda, kami putuskan cari anget-anget yang tadi direkomendasikan. Dan tertulislah. Tulisan ini.

Dwi Pujiyanto Ditulis di Warkop Beringin Disdikbudpora

SDIT Izzatul Islam Berhasil Raih Juara I Pesta Siaga

Februari 25, 2018
Barung putra dan putri SDIT Izzatul Islam Getasan didampingi para pembina pramuka berpose sambil menunjukkan trophy juara 1 dalam pesta siaga yang digelar oleh Kwartir Ranting Kecamatan Getasan, Sabtu (24/2).

Getasan-Barung putra pramuka Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Izzatul Islam Getasan berhasil meraih juara satu dalam kegiatan pesta siaga yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Getasan, Sabtu (24/2) di SD N Getasan. Para peserta yang berjumlah 10 siswa berhasil melewati tantangan-tantangan dari panitia seperti keagamaan, scouting skills, baris berbaris, ketangkasan, dan lain-lain. Untuk barung putri meraih juara harapan dua.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 SD dan MI baik negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Getasan. berkat kemenangan tersebut, barung putra SDIT Izzatul Islam Getasan akan mewakili Kwarran Kecamatan Getasan mengikuti lomba pesta siaga di tingkat Kabupaten Semarang. Pesta siaga tingkat Kabupaten Semarang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 10 Maret 2018 di SMK N 1 Bawen.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengaku bersyukur dan bangga kepada peserta didiknya yang telah bersungguh-sungguh mengikuti lomba pesta siaga sehingga berhasil menjadi juara satu. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada bapak atau ibu guru pendamping yang telah melatih dan mempersiapkan peserta dengan baik.
“Kami sangat bangga dan bersyukur barung putra bisa meraih juara satu. Setelah ini, kami akan terus berlatih dengan sungguh-sungguh supaya pesta siaga di tingkat Kabupaten Semarang nanti berhasil membawa trophy kemenangan,” kata Sutrimo.

Simulasi UNBK SMPIT Izzatul Islam Berjalan Lancar

Februari 13, 2018
Para siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang yang mendapat giliran sesi pertama sedang mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2) di ruang komputer sekolah.
Getasan-Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Izzatul Islam Getasan menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2) sesuai yang dijadwalkan dari server pusat Kemendikbud RI. Simulasi yang diikuti oleh 41 siswa kelas IX ini dimaksudkan untuk menguji kesiapan sekolah dari segi materi maupun sarana komputer dan jaringan internetnya.
Insan Abdullah, teknisi UNBK SMPIT Izzatul Islam mengatakan bahwa pelaksanaan simulasi UNBK pada hari pertama berjalan lancar. Hal itu dikarenakan segala sarana prasarana sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan bimbingan teknisi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.
“Alhamdulillah, simulasi berjalan lancar tanpa kendala. Anak-anak sangat menikmati. Bahkan ada yang siswa berkomentar lebih enak UNBK, ya,” kata Insan Abdullah.
Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan menambahkan bahwa tahun ini untuk kali pertama SMPIT Izzatul Islam Getasan akan mengikuti UNBK. Ia mengaku marathon dalam menyiapkan sarana prasarananya. Namun berkat dukungan penuh dari yayasan, baik ruang ujian, komputer, dan jaringan bisa disiapkan. Meskipun harus bekerjasama dengan SDIT Izzatul Islam yang masih dalam satu yayasan untuk memenuhi kekurangan komputer.
“Tahun ini, pertama kali SMPIT Izzatul Islam akan mengikuti UNBK. Semua standar yang diminta sesuai juknis UNBK telah kita siapkan. Kami berharap UN tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Kami menargetkan tahun ini meraih peringkat ke-3 Se-Kabupaten Semarang,” kata Muniroh.
Simulasi UNBK pada bulan Februari 2018 ini digelar selama dua hari, yaitu Rabu (14/2) dan Kamis (15/2). Hari pertama para siswa mengerjakan soal simulasi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan hari kedua mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA. Simulasi dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 07.30-09.30 dan sesi kedua pukul 10.30-12.30.

Peringati Milad ke-13, SDIT Izzatul Islam Gelar Dongeng Ceria

Februari 05, 2018
Para siswa menyimak dengan serius dongeng dari Kak Wuntat Wawan Sembodo, pendongeng asal Yogyakarta dalam acara Milad ke-13 SDIT Izzatul Islam Getasan, Senin (5/2/2018).
Getasan-Dalam rangka memperingati Milad ke-13, SDIT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang menggelar acara Dongeng Ceria, Senin (5/2/2018) di halam sekolah. Kegiatan ini menghadirkan pendongeng nasional Wuntat Wawan Sembodo atau sering dipanggil dengan sebutan Kak Wuntat dari Yogyakarta.
Peserta dari Dongeng Ceria ini adalah ratusan siswa dari dua lembaga Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT), yaitu TKIT Izzatul Islam dan TKIT Nurul Islam ditambah siswa kelas 4, 5, dan 6 SDIT Izzatul Islam sendiri.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengatakan bahwa panitia milad sengaja mengundang siswa dari TKIT karena untuk mensosialisasikan SDIT Izzatul Islam kepada mereka agar tertarik untuk mendaftar ke sekolah tersebut. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian kami dalam membentuk kepribadian yang islami dengan metode cerita atau dongeng.
“Memang kami sengaja mengundang siswa TK yang masih dalam satu Yayasan Izzatul Islam untuk mengikuti kegiatan milad ini. Dengan harapan mereka akan tertarik melanjutkan sekolah ke SDIT Izzatul Islam. Selain itu juga untuk menanamkan kepribadian yang islami dengan metode yang menyenangkan seperti dongeng ini,” kata Sutrimo.
Dalam dongengnya, Kak Wuntat mengisahkan kelahiran manusia yang dicintai penduduk langit dan bumi, kekasih Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dengan penyampaian yang sangat semangat dan jenaka, para peserta sangat antusias. Maka tak heran setiap menit selalu terdengar tawa riang para peserta.
Selain mendengarkan dongeng dari Kak Wuntat, untuk siswa TKIT juga mengikuti lomba menggambar ceria atau menggambar bebas. Sedangkan siswa SDIT memiliki agenda pembelajaran wirausaha dengan menggelar bazaar.

Sarangkan 6 Gol, Tim SDIT Izzatul Islam Juarai POPDA Kecamatan Getasan

Januari 30, 2018
Tim sepak bola dari SDIT Izzatul Islam berseragam coklat (kanan) dan SD N 2 Polobogo berseragam hijau (kiri) berpose sebelum menggelar pertandingan final yang dimenangkan tim SDIT Izzatul Islam dengan skor akhir 6-0.
Getasan-Tim sepak bola SDIT Izzatul Islam Getasan keluar sebagai pemenang dalam kejuaraan sepak bola Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Kecamatan Getasan, Kamis (25/1) setelah mengalahkan Tim SDN Polobogo 02 dengan skor telak 6-0 dalam babak final di Lapangan Sepak Bola Pulihan Getasan. Dengan hasil itu, Tim SDIT akan mendapat peluang terbanyak memasukkan pemainnya di Tim Kecamatan Getasan dalam pertandingan di tingkat Kabupaten Semarang yang akan digelar pada tanggal 8-9 Februari 2018 di Stadion Wujil Bergas Kabupaten Semarang.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengaku senang dan bangga kepada peserta didiknya yang telah berhasil meraih prestasi di bidang olahraga di bawah asuhan pelatih, Muhammad Busro. Ia berharap di tingkat Kabupaten Semarang nanti, Tim Sepak Bola Kecamatan Getasan bisa menjadi pemenang.
“Saya sangat senang dan bangga kepada anak-anak yang telah bermain dengan maksimal dari babak penyisihan hingga final sampai akhirnya keluar sebagai pemenang. Terima kasih kepada pelatih dan pemain. Semoga di tingkat Kabupaten Semarang nanti bisa kembali meraih juara,” kata Sutrimo.
Enam gol kemenangan berhasil disarangkan oleh Ilham hattrik 3 gol dan masing-masing satu gol dimasukkan oleh Wahyu, Alan, dan Adit. Dengan kemenangan itu, mereka membawa pulang trophy juara.

Qatar Charity Bantu Pembangunan Masjid di Yayasan Izzatul Islam Getasan

Januari 30, 2018
Hamid Noor Yasin, Perwakilan Qatar Charity Indonesia meletakkan batu pertama pembangunan masjid di Komplek Yayasan Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang disaksikan oleh keluarga besar yayasan dan tokoh masyarakat, Senin (29/1)
Getasan-Yayasan Qatar Charity memberikan bantuan pembangunan masjid di komplek Yayasan Izzatul Islam Getasan yang beralamat di Dusun Pongangan, Desa Samirono, Kec. Getasan. Senin (29/1), prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan oleh Perwakilan Qatar Charity Indonesia, Hamid Noor Yasin. Dalam kesempatan itu juga hadir Camat Getasan, Muspika Kecamatan Getasan, dan tokoh masyarakat serta ratusan keluarga besar Yayasan Izzatul Islam Getasan.
Perwakilan Qatar Charity Indonesia, Hamid Noor Yasin sebelum meletakkan batu pertama pembangunan masjid mengatakan bahwa ia berharap masjid yang akan dibangun ini bisa memberikan manfaat kepada penerima manfaat yaitu keluarga besar Izzatul Islam Getasan. Sehingga ke depan akan lahir generasi yang sholih dan penghafal Al-Qur’an.
“Meskipun masjid yang akan dibangun berukuran agak kecil 7x7 m2, kami berharap masjid ini bisa bermanfaat dan bisa melahirkan generasi yang sholih penghafal Al-Qur’an,” kata Hamid.
Hal senanda juga disampaikan oleh Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan. Ia  mengatakan sangat berterima kasih kepada Qatar Charity dan masyarakat, karena doa restunya, Alhamdulillah Yayasan Izzatul Islam bisa membangun masjid. Ia berharap dengan dibangunnya masjid ini, upaya melahirkan generasi yang sholih dan sholihah bisa terwujud.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Qatar Charity serta masyarakat atas doa restunya. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” kata Muniroh.
 
Copyright © Sekolah Islam Terpadu Izzatul Islam . Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates