Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Puskesmas Jetak Lakukan Penjaringan Kesehatan bagi Siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan

Oktober 25, 2021
•

Petugas Puskesmas Jetak sedang memeriksa kesehatan mata salah satu siswa SMPIT Izzatul Islam dalam program Penjaringan Kesehatan Siswa.

Getasan-Puskesmas Jetak, Selasa (26/10) melaksanakan kegiatan penjaringan kesehatan bagi siswa di SMPIT Izzatul Islam Getasan. Penjaringan kesehatan meliputi kesehatan gigi, cek tensi, ukur tinggi badan, ukur berat badan, cek buta warna, cek kesehatan telinga, dan lain-lain.

Tiyem, koordinator petugas dari Puskesmas Jetak mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menjaring kesehatan siswa. Setiap siswa diperiksa bergantian dari atas sampai bawah. Kalau memang ditemukan siswa yang butuh perawatan lanjut maka akan dirujuk ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

"Jadi, program ini untuk menjaring kesehatan siswa. Deteksi dini tentang tumbuh kembang siswa di usia remaja. Dengan program ini tentunya kami berharap tidak ada siswa yang sakit. Lebih-lebih di masa pandemi Covid-19, setiap siswa harus dipastikan kesehatannya. Ditambah lagi SMPIT Izzatul Islam sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM," kata Tiyem disela-sela memeriksa siswa.

Selain pemeriksaan, petugas juga melakukan edukasi kepada siswa bagaimana perawatan kesehatan gigi yang baik. Siswa juga diberikan wawasan mengenai cara hidup bersih dan sehat.

Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan puskesmas ini dalam menjaga kesehatan siswa. Ia berharap pemeriksaan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala sehingga kesehatan siswa benar-benar terpantau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas yang telah melakukan penjaringan kesehatan dan edukasi seputar kesehatan kepada siswa kami. Kita semua berdoa semoga semua dalam keadaan sehat dan terus bugar terbebas dari Covid-19. Kami berharap program seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala," pinta Muniroh. 

Varra Nadia Zikan, Siswa SMPIT Izzatul Islam Juarai MTQ MAPSI Kabupaten Semarang

Oktober 05, 2021
•

Varra Nadia Zikan, Siswi Kelas 8 SMPIT Izzatul Islam Getasan menerima trophy Juara 1 Lomba Tilawah Al-Qur'an MAPSI Kabupaten Semarang yang diserahkan oleh Bapak Muchlas, Pengawas SMP Kabupaten Semarang di SMP N 1 Bringin.

Bringin
-Varra Nadia Zikan, siswa kelas VIII SMPIT Izzatul Islam Getasan, Kamis (23/9) meraih juara 1 Lomba MAPSI SMP Cabang Tilawah Al-Qur'an putri tingkat Kabupaten Semarang. Dengan kemenangan ini, maka ia akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah sekitar bulan November 2021 mendatang. Lomba yang digelar di SMP N 1 Beringin ini diikuti oleh peserta terbaik dari tujuh sub sanggar di Kabupaten Semarang.

Varra Nadia Zikan mengatakan bahwa ia sangat bersyukur atas kemenangan ini. Hal itu ia raih dengan latihan yang intensif dan bimbingan gurunya yang luar biasa serta doa restu orang tua. Selama seminggu berturut-turut selalu latihan. Ia berjanji akan terus berlatih agar menjadi yang terbaik di tingkat selanjutnya.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya berterima kasih kepada guru pembimbing, orang tua saya, dan teman-teman saya yang mendoakan dengan tulus. Mohon doanya semoga saya bisa kembali menjadi yang terbaik di tingkat provinisi," kata Nadin panggilan akrab Varra Nadia Zikan.

Selain cabang Tilawah Al-Qur'an, Lomba MAPSI ini juga ada cabang lomba yang lainnya. Diantaranya Tahfidzul Qur'an, Tartil Al Qur'an, Pidato, Kaligrafi, rebana, Adzan, dan Cerdas Cermat Islami (CCI). Para pemenang dari setiap cabang akan kembali bertanding di tingkat provinsi, kecuali cabang lomba adzan. Lomba adzan hanya dipertandingkan sampai tingkat Kabupaten Semarang.

Pendatang Baru Tetapi Rising Star

Juni 27, 2021
•
Dwi Pujiyanto, Guru Pendamping dan Ahnaf Rafi Atha'ullah berpose di Aula Disdikbudpora Kabupaten Semarang usai menerima trophy dan uang pembinaan lomba FLS2N.

Hari ini, Kamis (24/6), saya mengantar salah satu siswa kami di SMPIT Izzatul Islam Getasan, Ahnaf Rafi Atha'ullah mengambil hadiah dan trophy Juara 3 Lomba Desain Poster FLS2N SMP Tingkat Kabupaten Semarang di Aula Disdikbudpora Kab. Semarang. Hari ini hujan turun sejak pagi. Meskipun secara hitungan harusnya sudah peralihan ke musim kemarau. Namun, sekarang hitungan atau prediksi sangat sulit. Serba tidak menentu. Pikir kami, karena hanya satu siswa yang berhasil meraih juara. Maka kami putuskan pakai kendaraan bermotor saja. Toh, acaranya hanya mengambil hadiah dan trophy. Tapi karena dihadang hujan. Sempat dua kali menepi berteduh.

Beruntung hari ini juga ada agenda sekolah di Ungaran, yaitu kepala sekolah yang diwakili operator dan proktor sekolah. Mereka pakai mobil. Karena ada peserta dari TK ibu-ibu yang bareng. Sebetulnya acaranya berbeda, jamnya berbeda, dan tempatnya berbeda. Maka kami naik motor. Karena merasa kasihan kepada siswa kalau basah kehujanan. Karena hanya memakai satu jas hujan yang tidak bisa mengcover secara maksimal untuk dua orang. Maka saya putuskan, calling rombongan di belakang yang pakai mobil untuk mengantar siswa. Kami mengikuti dari belakang. Saat hujan sedang deras-derasnya.

Betul saja, sampai Aula Disdikbudpora Kab. Semarang, kami termasuk terlambat. Dari sekian lomba tinggal menyisakan empat pemenang saja yang belum mengambil, salah satunya dari kami. Hujan masih turun membasahi bumi.

Begitu masuk aula, petugas langsung mempersilakan anak membubuhkan tandatangan di beberapa lembar. Ada dua petugas. Petugas pertama menyerahkan trophy. Sedangkan petugas kedua menyerahkan uang pembinaan.

Usai diserahkan, petugas kedua mengkondisikan siswa untuk diambil gambarnya. Kami pun juga dipersilakan mendampingi siswa kami untuk diambil gambarnya. Kok paham men sebelum dimintai tolong sudah mempersilakan diri. Hehe.

Usai foto-foto, kami tak langsung pulang. Meminta izin untuk tetap di aula dulu. Karena rintik-rintik hujan masih berjatuhan terus menerus di luar. Petugas bertanya, lha masih menunggu siapa?. Kami pun menjawab, menunggu hujan reda. Oh, ya, silakan nunggu di sini dulu nggak papa. Kalau mau nyari yang anget-anget di sana di pohon beringin itu masuk, tempate mbak pri. Katanya. Maksudnya anget-anget, di sana ada warung, ya, guys. Jangan berpikiran lain.

Kamipun menunggu. Ternyata, tidak lama datang rombongan dari sekolah lain mengambil hadiah juga. Ternyata memang masih ada yang lebih terlambat daripada kami.

Di saat menunggu. Saya teringat beberapa waktu lalu ada pengumuman di grup Bimtek mengenai sertifikat Bimtek yang sudah jadi. Mumpung sudah sampai sini. Maka kami pun melangkahkan kaki ke ruangan di mana sertifikat itu berada. Ya, kami menuju ke ruang PTK SMP. Di luar kami bertemu Pak Kabid PTK. Kami beranikan bertanya dan diarahkan ke Bu Nurul yang berada di ruangan.

Betul, kami masuk, dan yang di dalam ruangan bertanya, mau ketemu siapa mas. Permisi, ibu, kami mau mengambil sertifikat Bimtek. Oh, ya silakan dengan Bu Nurul. Bu, Nurulpun yang saya lihat sedang melakukan pekerjaannya. Beralih segera menyodorkan beberapa tumpukan sertifikat Bimtek yang saya maksud. Ternyata masih sangat banyak. Mayoritas peserta Bimtek belum mengambil.

Betul, karena masih banyak dan banyak tumpukan. Saya mencari. Saya perhatikan satu per satu. Diwolak-walik. Cukup lama saya berdiri. Mungkin lima menitan. Belum juga bertemu. Saya pun berucap kok belum ketemu, ya Bu. Njenengan mapel apa? Bahasa Inggris, Bu. Oh, kok, bahasa Inggris, njenengan susulan yake. Komentar petugas tersebut. Nggak i bu. Njenengan namanya siapa, Dwi Pujiyanto, Bu. Oh, kayake saya nggak menulis Dwi Pujiyanto. Perasaan jadi tambah khawatir. Padahal saat di Bimtek saya dua kali memimpin doa, doa pembuka dan doa penutup. Bahkan saat sesi materi saya juga presentasi.

Lalu, ibu-ibu di samping, berdiri. Mungkin yang guru penggerak Bu, lalu dicarikan. Dan ketemu. Nama saya tertulis di situ. Alhamdulillah.

Di saat proses mencari tadi, ada ibu-ibu di belakang saya. Tiba-tiba bertanya. Izzatul Islam ada pondoknya. Sambil mencari saya mengatakan. Ada Bu, dengan menoleh ke ibunya. Sebulan berapa? Saya jawab All in 1juta Bu. Ibunya menyahut, diskonnya berapa? Katanya. Ibu-ibu yang lain. Ya, jangan minta diskon to, bu,hehe.

Ibu-ibu, yang menyahut tersebut kemudian mengatakan, saya tu salut, bangga dengan SMPIT Izzatul Islam Getasan, pendatang baru tapi langsung rising star⭐. Sekolah swasta yang lain saja langsung gini (sambil menggerakkan tangan dari atas ke bawah, hehe, tahu kan maksudnya).

Saya tu, bertanya-tanya, gmn to caranya itu. Kami jawab sebenarnya kami juga sudah pengalaman mengelola di SD nya. Masih belum puas, iya, sih, tapi kok bisa UN dari pertama langsung masuk 10 besar terus, lomba-lomba juga sering menang. Nah, itu Bu, yang sulit diungkapkan dan tidak terlihat dari kami. Keikhlasan dalam pengabdian kami.

Ibu yang tadi bertanya perihal pondok pesantren, oh ya pak, kapan-kapan tak main ke sana. Terus terang, ini saya juga mau mencarikan pondok untuk anak saya. Njih, ibu, sumonggo, kami tunggu di sekolah dan pondok pesantren kami. Hujan, belum juga reda, kami putuskan cari anget-anget yang tadi direkomendasikan. Dan tertulislah. Tulisan ini.

Dwi Pujiyanto Ditulis di Warkop Beringin Disdikbudpora

Peringati Hari Menanam Pohon, SMPIT Izzatul Islam Gelar Penghijauan

Desember 08, 2018
•
Para siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada hari Rabu (28/11) di sekolah mereka.
Getasan-Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Izzatul Islam Getasan menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada hari Rabu (28/11). Ratusan pohon ditanam di area sekolah oleh sejumlah siswa dan guru.
Pohon yang ditanam berupa jenis buah-buahan, bunga, dan sayuran yang dibawa siswa. Setiap siswa diminta membawa satu bibit tanaman dari rumah dengan program one student one tree.
Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan, Muniroh mengatakan, program ini diselenggarakan untuk menggalakkan semangat menanam dan melestarikan lingkungan bagi siswa dan guru. Untuk pengadaan bibit tanaman, pihaknya bekerja sama dengan orang tua siswa dan siswa itu sendiri. Penanaman tanaman difokuskan di sekitar area sekolah. Ia berpesan kepada siswa agar tidak hanya menanam, tetapi juga merawat tanaman tersebut dengan baik.
"Peringatan Hari Menanam Pohon ini menjadi momentum bagi sekolah untuk memberikan pembelajaran kepada siswa betapa pentingnya menanam pohon dan melestarikan lingkungan. Oleh karenanya kami bekerjasama dengan siswa untuk pengadaan bibit tanamannya. Kita juga tekankan kepada siswa agar tidak hanya sekadar menanam tetapi juga merawat tanaman tersebut," kata Muniroh.

SDIT Izzatul Islam Berhasil Raih Juara I Pesta Siaga

Februari 25, 2018
•
Barung putra dan putri SDIT Izzatul Islam Getasan didampingi para pembina pramuka berpose sambil menunjukkan trophy juara 1 dalam pesta siaga yang digelar oleh Kwartir Ranting Kecamatan Getasan, Sabtu (24/2).

Getasan-Barung putra pramuka Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Izzatul Islam Getasan berhasil meraih juara satu dalam kegiatan pesta siaga yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Getasan, Sabtu (24/2) di SD N Getasan. Para peserta yang berjumlah 10 siswa berhasil melewati tantangan-tantangan dari panitia seperti keagamaan, scouting skills, baris berbaris, ketangkasan, dan lain-lain. Untuk barung putri meraih juara harapan dua.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 SD dan MI baik negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Getasan. berkat kemenangan tersebut, barung putra SDIT Izzatul Islam Getasan akan mewakili Kwarran Kecamatan Getasan mengikuti lomba pesta siaga di tingkat Kabupaten Semarang. Pesta siaga tingkat Kabupaten Semarang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 10 Maret 2018 di SMK N 1 Bawen.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengaku bersyukur dan bangga kepada peserta didiknya yang telah bersungguh-sungguh mengikuti lomba pesta siaga sehingga berhasil menjadi juara satu. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada bapak atau ibu guru pendamping yang telah melatih dan mempersiapkan peserta dengan baik.
“Kami sangat bangga dan bersyukur barung putra bisa meraih juara satu. Setelah ini, kami akan terus berlatih dengan sungguh-sungguh supaya pesta siaga di tingkat Kabupaten Semarang nanti berhasil membawa trophy kemenangan,” kata Sutrimo.

Simulasi UNBK SMPIT Izzatul Islam Berjalan Lancar

Februari 13, 2018
•
Para siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang yang mendapat giliran sesi pertama sedang mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2) di ruang komputer sekolah.
Getasan-Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Izzatul Islam Getasan menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2) sesuai yang dijadwalkan dari server pusat Kemendikbud RI. Simulasi yang diikuti oleh 41 siswa kelas IX ini dimaksudkan untuk menguji kesiapan sekolah dari segi materi maupun sarana komputer dan jaringan internetnya.
Insan Abdullah, teknisi UNBK SMPIT Izzatul Islam mengatakan bahwa pelaksanaan simulasi UNBK pada hari pertama berjalan lancar. Hal itu dikarenakan segala sarana prasarana sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan bimbingan teknisi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.
“Alhamdulillah, simulasi berjalan lancar tanpa kendala. Anak-anak sangat menikmati. Bahkan ada yang siswa berkomentar lebih enak UNBK, ya,” kata Insan Abdullah.
Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan menambahkan bahwa tahun ini untuk kali pertama SMPIT Izzatul Islam Getasan akan mengikuti UNBK. Ia mengaku marathon dalam menyiapkan sarana prasarananya. Namun berkat dukungan penuh dari yayasan, baik ruang ujian, komputer, dan jaringan bisa disiapkan. Meskipun harus bekerjasama dengan SDIT Izzatul Islam yang masih dalam satu yayasan untuk memenuhi kekurangan komputer.
“Tahun ini, pertama kali SMPIT Izzatul Islam akan mengikuti UNBK. Semua standar yang diminta sesuai juknis UNBK telah kita siapkan. Kami berharap UN tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Kami menargetkan tahun ini meraih peringkat ke-3 Se-Kabupaten Semarang,” kata Muniroh.
Simulasi UNBK pada bulan Februari 2018 ini digelar selama dua hari, yaitu Rabu (14/2) dan Kamis (15/2). Hari pertama para siswa mengerjakan soal simulasi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan hari kedua mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA. Simulasi dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 07.30-09.30 dan sesi kedua pukul 10.30-12.30.

Senin Malam, Jadwalnya Kajian Fiqh

Februari 05, 2018
•
Para santri menyimak materi Fiqh yang disampaikan oleh Dwi Pujiyanto dalam kajian Fiqh rutin setiap Senin malam di asrama putra Ponpes Islam Terpadu Izzatul Islam, Senin (5/2/2018).
Getasan, www.izzatulislam.org-Dwi Pujiyanto, Guru SMPIT Izzatul Islam Getasan memberikan materi tentang kajian Fiqh bagi santri putra rintisan Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Izzatul Islam, Senin malam (5/2/2018) di asrama putra. Kitab yang diajarkan merupakan kitab yang sudah masyhur, yaitu Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Ashqalani. Kajian Fiqh diprogramkan setiap seminggu sekali yang dilaksanakan setiap hari Senin malam setelah waktu shalat isya’ sampai pukul 20.30 WIB.
Dwi Pujiyanto yang mendapatkan amanah dari Yayasan Izzatul Islam mengatakan bahwa kajian ini diberikan kepada para santri agar mereka menguasai dan memahami hukum-hukum dalam syariat agama Islam. Sehingga dalam menjalankan keberislamannya semakin mantap dan bijaksana dalam mensikapi perbedaan madzhab di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kajian ini dimaksudkan agar para santri mempunyai pemahaman yang kuat terhadap hokum-hukum agama Islam. Sehingga baik dalam ibadahnya dan bijak mensikapi masalah-masalah dalam furu’iyah,” kata Dwi Pujiyanto.
Pada awal bulan Februari 2018 ini Yayasan Izzatul Islam merintis Ponpes IT Izzatul Islam yang santrinya berasal dari siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan. Jumlah siswa yang saat ini mengikuti program boarding school sebanyak 41 santri dengan rincian 16 santri putra dan 25 santri putri.
Mereka menempati rumah yang disewa dari warga yang dijadikan sebagai asrama. Setiap asrama didampingi oleh musyrif dan musyrifah yang terdiri dari dua hingga tiga orang.

Peringati Milad ke-13, SDIT Izzatul Islam Gelar Dongeng Ceria

Februari 05, 2018
•
Para siswa menyimak dengan serius dongeng dari Kak Wuntat Wawan Sembodo, pendongeng asal Yogyakarta dalam acara Milad ke-13 SDIT Izzatul Islam Getasan, Senin (5/2/2018).
Getasan-Dalam rangka memperingati Milad ke-13, SDIT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang menggelar acara Dongeng Ceria, Senin (5/2/2018) di halam sekolah. Kegiatan ini menghadirkan pendongeng nasional Wuntat Wawan Sembodo atau sering dipanggil dengan sebutan Kak Wuntat dari Yogyakarta.
Peserta dari Dongeng Ceria ini adalah ratusan siswa dari dua lembaga Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT), yaitu TKIT Izzatul Islam dan TKIT Nurul Islam ditambah siswa kelas 4, 5, dan 6 SDIT Izzatul Islam sendiri.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengatakan bahwa panitia milad sengaja mengundang siswa dari TKIT karena untuk mensosialisasikan SDIT Izzatul Islam kepada mereka agar tertarik untuk mendaftar ke sekolah tersebut. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian kami dalam membentuk kepribadian yang islami dengan metode cerita atau dongeng.
“Memang kami sengaja mengundang siswa TK yang masih dalam satu Yayasan Izzatul Islam untuk mengikuti kegiatan milad ini. Dengan harapan mereka akan tertarik melanjutkan sekolah ke SDIT Izzatul Islam. Selain itu juga untuk menanamkan kepribadian yang islami dengan metode yang menyenangkan seperti dongeng ini,” kata Sutrimo.
Dalam dongengnya, Kak Wuntat mengisahkan kelahiran manusia yang dicintai penduduk langit dan bumi, kekasih Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dengan penyampaian yang sangat semangat dan jenaka, para peserta sangat antusias. Maka tak heran setiap menit selalu terdengar tawa riang para peserta.
Selain mendengarkan dongeng dari Kak Wuntat, untuk siswa TKIT juga mengikuti lomba menggambar ceria atau menggambar bebas. Sedangkan siswa SDIT memiliki agenda pembelajaran wirausaha dengan menggelar bazaar.
 
Copyright © Sekolah Islam Terpadu Izzatul Islam . Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates