Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Puskesmas Jetak Lakukan Penjaringan Kesehatan bagi Siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan

Oktober 25, 2021
•

Petugas Puskesmas Jetak sedang memeriksa kesehatan mata salah satu siswa SMPIT Izzatul Islam dalam program Penjaringan Kesehatan Siswa.

Getasan-Puskesmas Jetak, Selasa (26/10) melaksanakan kegiatan penjaringan kesehatan bagi siswa di SMPIT Izzatul Islam Getasan. Penjaringan kesehatan meliputi kesehatan gigi, cek tensi, ukur tinggi badan, ukur berat badan, cek buta warna, cek kesehatan telinga, dan lain-lain.

Tiyem, koordinator petugas dari Puskesmas Jetak mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menjaring kesehatan siswa. Setiap siswa diperiksa bergantian dari atas sampai bawah. Kalau memang ditemukan siswa yang butuh perawatan lanjut maka akan dirujuk ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

"Jadi, program ini untuk menjaring kesehatan siswa. Deteksi dini tentang tumbuh kembang siswa di usia remaja. Dengan program ini tentunya kami berharap tidak ada siswa yang sakit. Lebih-lebih di masa pandemi Covid-19, setiap siswa harus dipastikan kesehatannya. Ditambah lagi SMPIT Izzatul Islam sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM," kata Tiyem disela-sela memeriksa siswa.

Selain pemeriksaan, petugas juga melakukan edukasi kepada siswa bagaimana perawatan kesehatan gigi yang baik. Siswa juga diberikan wawasan mengenai cara hidup bersih dan sehat.

Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan puskesmas ini dalam menjaga kesehatan siswa. Ia berharap pemeriksaan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala sehingga kesehatan siswa benar-benar terpantau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas yang telah melakukan penjaringan kesehatan dan edukasi seputar kesehatan kepada siswa kami. Kita semua berdoa semoga semua dalam keadaan sehat dan terus bugar terbebas dari Covid-19. Kami berharap program seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala," pinta Muniroh. 

Varra Nadia Zikan, Siswa SMPIT Izzatul Islam Juarai MTQ MAPSI Kabupaten Semarang

Oktober 05, 2021
•

Varra Nadia Zikan, Siswi Kelas 8 SMPIT Izzatul Islam Getasan menerima trophy Juara 1 Lomba Tilawah Al-Qur'an MAPSI Kabupaten Semarang yang diserahkan oleh Bapak Muchlas, Pengawas SMP Kabupaten Semarang di SMP N 1 Bringin.

Bringin
-Varra Nadia Zikan, siswa kelas VIII SMPIT Izzatul Islam Getasan, Kamis (23/9) meraih juara 1 Lomba MAPSI SMP Cabang Tilawah Al-Qur'an putri tingkat Kabupaten Semarang. Dengan kemenangan ini, maka ia akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah sekitar bulan November 2021 mendatang. Lomba yang digelar di SMP N 1 Beringin ini diikuti oleh peserta terbaik dari tujuh sub sanggar di Kabupaten Semarang.

Varra Nadia Zikan mengatakan bahwa ia sangat bersyukur atas kemenangan ini. Hal itu ia raih dengan latihan yang intensif dan bimbingan gurunya yang luar biasa serta doa restu orang tua. Selama seminggu berturut-turut selalu latihan. Ia berjanji akan terus berlatih agar menjadi yang terbaik di tingkat selanjutnya.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya berterima kasih kepada guru pembimbing, orang tua saya, dan teman-teman saya yang mendoakan dengan tulus. Mohon doanya semoga saya bisa kembali menjadi yang terbaik di tingkat provinisi," kata Nadin panggilan akrab Varra Nadia Zikan.

Selain cabang Tilawah Al-Qur'an, Lomba MAPSI ini juga ada cabang lomba yang lainnya. Diantaranya Tahfidzul Qur'an, Tartil Al Qur'an, Pidato, Kaligrafi, rebana, Adzan, dan Cerdas Cermat Islami (CCI). Para pemenang dari setiap cabang akan kembali bertanding di tingkat provinsi, kecuali cabang lomba adzan. Lomba adzan hanya dipertandingkan sampai tingkat Kabupaten Semarang.

Pendatang Baru Tetapi Rising Star

Juni 27, 2021
•
Dwi Pujiyanto, Guru Pendamping dan Ahnaf Rafi Atha'ullah berpose di Aula Disdikbudpora Kabupaten Semarang usai menerima trophy dan uang pembinaan lomba FLS2N.

Hari ini, Kamis (24/6), saya mengantar salah satu siswa kami di SMPIT Izzatul Islam Getasan, Ahnaf Rafi Atha'ullah mengambil hadiah dan trophy Juara 3 Lomba Desain Poster FLS2N SMP Tingkat Kabupaten Semarang di Aula Disdikbudpora Kab. Semarang. Hari ini hujan turun sejak pagi. Meskipun secara hitungan harusnya sudah peralihan ke musim kemarau. Namun, sekarang hitungan atau prediksi sangat sulit. Serba tidak menentu. Pikir kami, karena hanya satu siswa yang berhasil meraih juara. Maka kami putuskan pakai kendaraan bermotor saja. Toh, acaranya hanya mengambil hadiah dan trophy. Tapi karena dihadang hujan. Sempat dua kali menepi berteduh.

Beruntung hari ini juga ada agenda sekolah di Ungaran, yaitu kepala sekolah yang diwakili operator dan proktor sekolah. Mereka pakai mobil. Karena ada peserta dari TK ibu-ibu yang bareng. Sebetulnya acaranya berbeda, jamnya berbeda, dan tempatnya berbeda. Maka kami naik motor. Karena merasa kasihan kepada siswa kalau basah kehujanan. Karena hanya memakai satu jas hujan yang tidak bisa mengcover secara maksimal untuk dua orang. Maka saya putuskan, calling rombongan di belakang yang pakai mobil untuk mengantar siswa. Kami mengikuti dari belakang. Saat hujan sedang deras-derasnya.

Betul saja, sampai Aula Disdikbudpora Kab. Semarang, kami termasuk terlambat. Dari sekian lomba tinggal menyisakan empat pemenang saja yang belum mengambil, salah satunya dari kami. Hujan masih turun membasahi bumi.

Begitu masuk aula, petugas langsung mempersilakan anak membubuhkan tandatangan di beberapa lembar. Ada dua petugas. Petugas pertama menyerahkan trophy. Sedangkan petugas kedua menyerahkan uang pembinaan.

Usai diserahkan, petugas kedua mengkondisikan siswa untuk diambil gambarnya. Kami pun juga dipersilakan mendampingi siswa kami untuk diambil gambarnya. Kok paham men sebelum dimintai tolong sudah mempersilakan diri. Hehe.

Usai foto-foto, kami tak langsung pulang. Meminta izin untuk tetap di aula dulu. Karena rintik-rintik hujan masih berjatuhan terus menerus di luar. Petugas bertanya, lha masih menunggu siapa?. Kami pun menjawab, menunggu hujan reda. Oh, ya, silakan nunggu di sini dulu nggak papa. Kalau mau nyari yang anget-anget di sana di pohon beringin itu masuk, tempate mbak pri. Katanya. Maksudnya anget-anget, di sana ada warung, ya, guys. Jangan berpikiran lain.

Kamipun menunggu. Ternyata, tidak lama datang rombongan dari sekolah lain mengambil hadiah juga. Ternyata memang masih ada yang lebih terlambat daripada kami.

Di saat menunggu. Saya teringat beberapa waktu lalu ada pengumuman di grup Bimtek mengenai sertifikat Bimtek yang sudah jadi. Mumpung sudah sampai sini. Maka kami pun melangkahkan kaki ke ruangan di mana sertifikat itu berada. Ya, kami menuju ke ruang PTK SMP. Di luar kami bertemu Pak Kabid PTK. Kami beranikan bertanya dan diarahkan ke Bu Nurul yang berada di ruangan.

Betul, kami masuk, dan yang di dalam ruangan bertanya, mau ketemu siapa mas. Permisi, ibu, kami mau mengambil sertifikat Bimtek. Oh, ya silakan dengan Bu Nurul. Bu, Nurulpun yang saya lihat sedang melakukan pekerjaannya. Beralih segera menyodorkan beberapa tumpukan sertifikat Bimtek yang saya maksud. Ternyata masih sangat banyak. Mayoritas peserta Bimtek belum mengambil.

Betul, karena masih banyak dan banyak tumpukan. Saya mencari. Saya perhatikan satu per satu. Diwolak-walik. Cukup lama saya berdiri. Mungkin lima menitan. Belum juga bertemu. Saya pun berucap kok belum ketemu, ya Bu. Njenengan mapel apa? Bahasa Inggris, Bu. Oh, kok, bahasa Inggris, njenengan susulan yake. Komentar petugas tersebut. Nggak i bu. Njenengan namanya siapa, Dwi Pujiyanto, Bu. Oh, kayake saya nggak menulis Dwi Pujiyanto. Perasaan jadi tambah khawatir. Padahal saat di Bimtek saya dua kali memimpin doa, doa pembuka dan doa penutup. Bahkan saat sesi materi saya juga presentasi.

Lalu, ibu-ibu di samping, berdiri. Mungkin yang guru penggerak Bu, lalu dicarikan. Dan ketemu. Nama saya tertulis di situ. Alhamdulillah.

Di saat proses mencari tadi, ada ibu-ibu di belakang saya. Tiba-tiba bertanya. Izzatul Islam ada pondoknya. Sambil mencari saya mengatakan. Ada Bu, dengan menoleh ke ibunya. Sebulan berapa? Saya jawab All in 1juta Bu. Ibunya menyahut, diskonnya berapa? Katanya. Ibu-ibu yang lain. Ya, jangan minta diskon to, bu,hehe.

Ibu-ibu, yang menyahut tersebut kemudian mengatakan, saya tu salut, bangga dengan SMPIT Izzatul Islam Getasan, pendatang baru tapi langsung rising star⭐. Sekolah swasta yang lain saja langsung gini (sambil menggerakkan tangan dari atas ke bawah, hehe, tahu kan maksudnya).

Saya tu, bertanya-tanya, gmn to caranya itu. Kami jawab sebenarnya kami juga sudah pengalaman mengelola di SD nya. Masih belum puas, iya, sih, tapi kok bisa UN dari pertama langsung masuk 10 besar terus, lomba-lomba juga sering menang. Nah, itu Bu, yang sulit diungkapkan dan tidak terlihat dari kami. Keikhlasan dalam pengabdian kami.

Ibu yang tadi bertanya perihal pondok pesantren, oh ya pak, kapan-kapan tak main ke sana. Terus terang, ini saya juga mau mencarikan pondok untuk anak saya. Njih, ibu, sumonggo, kami tunggu di sekolah dan pondok pesantren kami. Hujan, belum juga reda, kami putuskan cari anget-anget yang tadi direkomendasikan. Dan tertulislah. Tulisan ini.

Dwi Pujiyanto Ditulis di Warkop Beringin Disdikbudpora

Peringati Hari Menanam Pohon, SMPIT Izzatul Islam Gelar Penghijauan

Desember 08, 2018
•
Para siswa SMP IT Izzatul Islam Getasan menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada hari Rabu (28/11) di sekolah mereka.
Getasan-Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Izzatul Islam Getasan menanam pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada hari Rabu (28/11). Ratusan pohon ditanam di area sekolah oleh sejumlah siswa dan guru.
Pohon yang ditanam berupa jenis buah-buahan, bunga, dan sayuran yang dibawa siswa. Setiap siswa diminta membawa satu bibit tanaman dari rumah dengan program one student one tree.
Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan, Muniroh mengatakan, program ini diselenggarakan untuk menggalakkan semangat menanam dan melestarikan lingkungan bagi siswa dan guru. Untuk pengadaan bibit tanaman, pihaknya bekerja sama dengan orang tua siswa dan siswa itu sendiri. Penanaman tanaman difokuskan di sekitar area sekolah. Ia berpesan kepada siswa agar tidak hanya menanam, tetapi juga merawat tanaman tersebut dengan baik.
"Peringatan Hari Menanam Pohon ini menjadi momentum bagi sekolah untuk memberikan pembelajaran kepada siswa betapa pentingnya menanam pohon dan melestarikan lingkungan. Oleh karenanya kami bekerjasama dengan siswa untuk pengadaan bibit tanamannya. Kita juga tekankan kepada siswa agar tidak hanya sekadar menanam tetapi juga merawat tanaman tersebut," kata Muniroh.

SDIT Izzatul Islam Berhasil Raih Juara I Pesta Siaga

Februari 25, 2018
•
Barung putra dan putri SDIT Izzatul Islam Getasan didampingi para pembina pramuka berpose sambil menunjukkan trophy juara 1 dalam pesta siaga yang digelar oleh Kwartir Ranting Kecamatan Getasan, Sabtu (24/2).

Getasan-Barung putra pramuka Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Izzatul Islam Getasan berhasil meraih juara satu dalam kegiatan pesta siaga yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Getasan, Sabtu (24/2) di SD N Getasan. Para peserta yang berjumlah 10 siswa berhasil melewati tantangan-tantangan dari panitia seperti keagamaan, scouting skills, baris berbaris, ketangkasan, dan lain-lain. Untuk barung putri meraih juara harapan dua.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 SD dan MI baik negeri maupun swasta di wilayah Kecamatan Getasan. berkat kemenangan tersebut, barung putra SDIT Izzatul Islam Getasan akan mewakili Kwarran Kecamatan Getasan mengikuti lomba pesta siaga di tingkat Kabupaten Semarang. Pesta siaga tingkat Kabupaten Semarang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 10 Maret 2018 di SMK N 1 Bawen.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengaku bersyukur dan bangga kepada peserta didiknya yang telah bersungguh-sungguh mengikuti lomba pesta siaga sehingga berhasil menjadi juara satu. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada bapak atau ibu guru pendamping yang telah melatih dan mempersiapkan peserta dengan baik.
“Kami sangat bangga dan bersyukur barung putra bisa meraih juara satu. Setelah ini, kami akan terus berlatih dengan sungguh-sungguh supaya pesta siaga di tingkat Kabupaten Semarang nanti berhasil membawa trophy kemenangan,” kata Sutrimo.

Simulasi UNBK SMPIT Izzatul Islam Berjalan Lancar

Februari 13, 2018
•
Para siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang yang mendapat giliran sesi pertama sedang mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2) di ruang komputer sekolah.
Getasan-Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Izzatul Islam Getasan menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Rabu (14/2) sesuai yang dijadwalkan dari server pusat Kemendikbud RI. Simulasi yang diikuti oleh 41 siswa kelas IX ini dimaksudkan untuk menguji kesiapan sekolah dari segi materi maupun sarana komputer dan jaringan internetnya.
Insan Abdullah, teknisi UNBK SMPIT Izzatul Islam mengatakan bahwa pelaksanaan simulasi UNBK pada hari pertama berjalan lancar. Hal itu dikarenakan segala sarana prasarana sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan bimbingan teknisi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.
“Alhamdulillah, simulasi berjalan lancar tanpa kendala. Anak-anak sangat menikmati. Bahkan ada yang siswa berkomentar lebih enak UNBK, ya,” kata Insan Abdullah.
Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam Getasan menambahkan bahwa tahun ini untuk kali pertama SMPIT Izzatul Islam Getasan akan mengikuti UNBK. Ia mengaku marathon dalam menyiapkan sarana prasarananya. Namun berkat dukungan penuh dari yayasan, baik ruang ujian, komputer, dan jaringan bisa disiapkan. Meskipun harus bekerjasama dengan SDIT Izzatul Islam yang masih dalam satu yayasan untuk memenuhi kekurangan komputer.
“Tahun ini, pertama kali SMPIT Izzatul Islam akan mengikuti UNBK. Semua standar yang diminta sesuai juknis UNBK telah kita siapkan. Kami berharap UN tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Kami menargetkan tahun ini meraih peringkat ke-3 Se-Kabupaten Semarang,” kata Muniroh.
Simulasi UNBK pada bulan Februari 2018 ini digelar selama dua hari, yaitu Rabu (14/2) dan Kamis (15/2). Hari pertama para siswa mengerjakan soal simulasi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan hari kedua mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA. Simulasi dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 07.30-09.30 dan sesi kedua pukul 10.30-12.30.

Senin Malam, Jadwalnya Kajian Fiqh

Februari 05, 2018
•
Para santri menyimak materi Fiqh yang disampaikan oleh Dwi Pujiyanto dalam kajian Fiqh rutin setiap Senin malam di asrama putra Ponpes Islam Terpadu Izzatul Islam, Senin (5/2/2018).
Getasan, www.izzatulislam.org-Dwi Pujiyanto, Guru SMPIT Izzatul Islam Getasan memberikan materi tentang kajian Fiqh bagi santri putra rintisan Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Izzatul Islam, Senin malam (5/2/2018) di asrama putra. Kitab yang diajarkan merupakan kitab yang sudah masyhur, yaitu Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Ashqalani. Kajian Fiqh diprogramkan setiap seminggu sekali yang dilaksanakan setiap hari Senin malam setelah waktu shalat isya’ sampai pukul 20.30 WIB.
Dwi Pujiyanto yang mendapatkan amanah dari Yayasan Izzatul Islam mengatakan bahwa kajian ini diberikan kepada para santri agar mereka menguasai dan memahami hukum-hukum dalam syariat agama Islam. Sehingga dalam menjalankan keberislamannya semakin mantap dan bijaksana dalam mensikapi perbedaan madzhab di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kajian ini dimaksudkan agar para santri mempunyai pemahaman yang kuat terhadap hokum-hukum agama Islam. Sehingga baik dalam ibadahnya dan bijak mensikapi masalah-masalah dalam furu’iyah,” kata Dwi Pujiyanto.
Pada awal bulan Februari 2018 ini Yayasan Izzatul Islam merintis Ponpes IT Izzatul Islam yang santrinya berasal dari siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan. Jumlah siswa yang saat ini mengikuti program boarding school sebanyak 41 santri dengan rincian 16 santri putra dan 25 santri putri.
Mereka menempati rumah yang disewa dari warga yang dijadikan sebagai asrama. Setiap asrama didampingi oleh musyrif dan musyrifah yang terdiri dari dua hingga tiga orang.

Peringati Milad ke-13, SDIT Izzatul Islam Gelar Dongeng Ceria

Februari 05, 2018
•
Para siswa menyimak dengan serius dongeng dari Kak Wuntat Wawan Sembodo, pendongeng asal Yogyakarta dalam acara Milad ke-13 SDIT Izzatul Islam Getasan, Senin (5/2/2018).
Getasan-Dalam rangka memperingati Milad ke-13, SDIT Izzatul Islam Getasan Kabupaten Semarang menggelar acara Dongeng Ceria, Senin (5/2/2018) di halam sekolah. Kegiatan ini menghadirkan pendongeng nasional Wuntat Wawan Sembodo atau sering dipanggil dengan sebutan Kak Wuntat dari Yogyakarta.
Peserta dari Dongeng Ceria ini adalah ratusan siswa dari dua lembaga Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT), yaitu TKIT Izzatul Islam dan TKIT Nurul Islam ditambah siswa kelas 4, 5, dan 6 SDIT Izzatul Islam sendiri.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengatakan bahwa panitia milad sengaja mengundang siswa dari TKIT karena untuk mensosialisasikan SDIT Izzatul Islam kepada mereka agar tertarik untuk mendaftar ke sekolah tersebut. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian kami dalam membentuk kepribadian yang islami dengan metode cerita atau dongeng.
“Memang kami sengaja mengundang siswa TK yang masih dalam satu Yayasan Izzatul Islam untuk mengikuti kegiatan milad ini. Dengan harapan mereka akan tertarik melanjutkan sekolah ke SDIT Izzatul Islam. Selain itu juga untuk menanamkan kepribadian yang islami dengan metode yang menyenangkan seperti dongeng ini,” kata Sutrimo.
Dalam dongengnya, Kak Wuntat mengisahkan kelahiran manusia yang dicintai penduduk langit dan bumi, kekasih Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW. Dengan penyampaian yang sangat semangat dan jenaka, para peserta sangat antusias. Maka tak heran setiap menit selalu terdengar tawa riang para peserta.
Selain mendengarkan dongeng dari Kak Wuntat, untuk siswa TKIT juga mengikuti lomba menggambar ceria atau menggambar bebas. Sedangkan siswa SDIT memiliki agenda pembelajaran wirausaha dengan menggelar bazaar.

Sarangkan 6 Gol, Tim SDIT Izzatul Islam Juarai POPDA Kecamatan Getasan

Januari 30, 2018
•
Tim sepak bola dari SDIT Izzatul Islam berseragam coklat (kanan) dan SD N 2 Polobogo berseragam hijau (kiri) berpose sebelum menggelar pertandingan final yang dimenangkan tim SDIT Izzatul Islam dengan skor akhir 6-0.
Getasan-Tim sepak bola SDIT Izzatul Islam Getasan keluar sebagai pemenang dalam kejuaraan sepak bola Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Kecamatan Getasan, Kamis (25/1) setelah mengalahkan Tim SDN Polobogo 02 dengan skor telak 6-0 dalam babak final di Lapangan Sepak Bola Pulihan Getasan. Dengan hasil itu, Tim SDIT akan mendapat peluang terbanyak memasukkan pemainnya di Tim Kecamatan Getasan dalam pertandingan di tingkat Kabupaten Semarang yang akan digelar pada tanggal 8-9 Februari 2018 di Stadion Wujil Bergas Kabupaten Semarang.
Sutrimo, Kepala SDIT Izzatul Islam Getasan mengaku senang dan bangga kepada peserta didiknya yang telah berhasil meraih prestasi di bidang olahraga di bawah asuhan pelatih, Muhammad Busro. Ia berharap di tingkat Kabupaten Semarang nanti, Tim Sepak Bola Kecamatan Getasan bisa menjadi pemenang.
“Saya sangat senang dan bangga kepada anak-anak yang telah bermain dengan maksimal dari babak penyisihan hingga final sampai akhirnya keluar sebagai pemenang. Terima kasih kepada pelatih dan pemain. Semoga di tingkat Kabupaten Semarang nanti bisa kembali meraih juara,” kata Sutrimo.
Enam gol kemenangan berhasil disarangkan oleh Ilham hattrik 3 gol dan masing-masing satu gol dimasukkan oleh Wahyu, Alan, dan Adit. Dengan kemenangan itu, mereka membawa pulang trophy juara.

Bekali Pengurus, OSIS SMPIT Izzatul Islam Gelar LDK dan Raker

Januari 15, 2018
•
Pengurus OSIS SMPIT Izzatul Islam Getasan
Getasan, Kabupaten Semarang-Organisasi Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMPIT) Izzatul Islam Getasan menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan Rapat Kerja (Raker) bagi pengurus, Sabtu-Minggu (13-14/1) di sekolah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pengurus baru OSIS yang dinamai dengan Kabinet Emas untuk menjalankan amanah yang diemban selama satu tahun ke depan.
Dalam LDK ini diberikan materi-materi kepemimpinan dan keorganisasian serta outbond. Selaku pembicara dalam kegiatan tersebut diambil dari Bapak dan Ibu guru Pembina OSIS. Ada Dwi Pujiyanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang menyampaiakan kepanitiaan efektif. Sriyono selaku Pembina OSIS menyampaikan materi dinamika kelompok dan komunikasi efektif. Ada juga dari mahasiswa alumni SDIT Izzatul Islam, Yusron Amanullah yang menyampaikan tentang kepemimpinan.
Dwi Pujiyanto, Wakil Kepala Sekolah menambahkan bahwa Kegiatan ini untuk membekali para pengurus dalam menjalankan amanahnya sebagai pengurus OSIS. Dalam kesempatan tersebut juga dimusyawarahkan untuk menyusun program kerja selama satu tahun. Harapannya pengurus OSIS tahun ini lebih aktif daripada tahun sebelumnya.
“Kegiatan ini untuk membekali para pengurus dalam menjalankan roda organisasi dan menyusun program kerja. Saya berharap pengurus OSIS tahun ini lebih berperan aktif mendukung kegiatan sekolah,” kata Dwi Pujiyanto.
Selain diberikan teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk bersimulasi dalam dinamika kelompok. Pada hari kedua para peserta mengikuti outbond yang disiapkan oleh para instruktur. Dengan outbond tersebut untuk melatih kekompakan, ukhuwah, dan kerjasama antar pengurus.
Candra Reza Permana, Ketua OSIS Kabinet EMAS SMPIT Izzatul Islam Getasan mengaku senang dan mengapresiasi LDK adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Saya mengajak kepada seluruh pengurus untuk bekerjasama mensukseskan kegiatan sekolah sehingga visi misi OSIS bisa tercapai.
“Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Saya terinspirasi dari kegiatan ini, yaitu pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok,” kata Candra.

Siswa SMPIT Izzatul Islam Raih Peringkat Dua Tartil MAPSI Jateng

Januari 02, 2018
•

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Jateng belum lama ini menggelar ajang bergengsi Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ketujuh di Kabupaten Temanggung.
Lomba ini diikuti kurang lebih 1.400 peserta dan ofisial delegasi dari 35 kontingen kabupaten/kota se-Jateng. Pembukaan dan penutupan dilaksanakan di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, sedangkan lomba digelar di SMKN 1 Temanggung.
Adapun cabang yang dilombakan berjumlah 12 cabang lomba, di antaranya lomba tilawah putra dan putri, lomba tartil putra dan putri, lomba tahfizh putra dan putri, lomba kaligrafi putra dan putri, lomba pidato putra dan putri, lomba cerdas cermat islam (CCI), dan lomba rebana.
SMPIT Izzatul Islam Getasan yang kali pertama mengikuti kejuaraan MAPSI tingkat Provinsi Jateng ini, mengirimkan empat siswanya mewakili Kabupaten Semarang. Dari empat siswa yang dikirim, dua siswa berhasil meraih dua kejuaraaan, yaitu peringkat kedua Tartil Putra (Ibnu Agus Setiawan) dan Juara Harapan I Tilawah Putra (Kholid Adnan).
Kontingen Kabupaten Semarang meraih tiga kejuaraaan, dua kejuaraaan diraih oleh SMPIT Izzatul Islam Getasan dan satu kejuaraan lagi didapat dari SMPIT Nurul Islam Tengaran. Kepala SMPIT Izzatul Islam, Muniroh mengaku berbangga kepada siswanya yang berhasil meraih kejuaraan di tingkat provinsi ini. Ia sebelumnya tidak menyangka salah satu peserta didiknya bisa berhasil menjadi terbaik kedua se-Jateng dalam cabang tartil putra.
“Kami sangat bersyukur dan bangga kepada Mas Ibnu. Meskipun masih kelas tujuh dan postur tubuh kecil dibanding peserta yang lain. Ia berhasil menjadi terbaik kedua se-Jateng. Kami berharap di tahun yang akan datang akan lebih baik lagi,” kata Muniroh.
Kontingen Kabupateng Temanggung selaku tuan rumah berhasil keluar sebagai juara umum dalam lomba tersebut dan berhak membawa pulang tropi bergilir dari Gubernur Jawa Tengah. Berdasarkan informasi dari panitia, Lomba MAPSI tahun 2018 akan digelar di Kota Wali, Kabupaten Demak.

Pemilihan Ketua OSIS SMPIT Izzatul Islam Disimulasikan Layaknya Pemilu

Januari 02, 2018
•


SMPIT Izzatul Islam Getasan belum lama ini menggelar Pemilu OSIS dilaksanakan seperti simulasi dalam Pemilu yang ada di Indonesia. Setiap calon mendaftarkan diri beserta tim sukses. Sebelum dilakukan pemungutan suara digelar pula debat visi-misi calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Panitia pelaksana pemilu OSIS digulirkan oleh Komisi Pemilihan Umum Siswa (KPUS) yang terseleksi oleh Bagian Kesiswaan.
Sriyono penanggungjawab kegiatan OSIS mengatakan, kegiatan tahunan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendidikan atau latihan berdemokrasi di lingkungan sekolah. Selain itu juga sebagai praktik dalam materi Pemilu yang terdapat dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
“Kegiatan ini sebagai simulasi dalam Pemilu. Di masa yang akan datang pasti para siswa akan berkontribusi aktif dalam demokrasi di Indonesia. Sehingga ini sebagai bekal bagi siswa agar di masa yang akan datang siswa bisa berkontribusi aktif dalam proses demokrasi di Indonesia dengan baik,” tutur Sriyono.
Candra Reza Permana yang berpasangan dengan Wildan Hamdani siswa kelas tujuh terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode tahun 2017/2018 setelah mengungguli tiga pasangan lainnya. Terpilihnya Candra-Wildan nomor urut satu setelah berhasil mengantongi 76 suara dalam pemilu OSIS beberapa waktu yang lalu yang di gelar di sekolahan. Pasangan yang lain masing-masing mendapat suara sebagai berikut, Zidni-Nisa 36 suara, Bimo-Billal sembilan suara, dan Ferry-Nuha 34 suara.
Pasangan Candra-Wildan mengangkat visi mewujudkan SMPIT Izzatul Islam menjadi EMaS (Elok, Bermanfaat, dan Smart). Dengan jargon itu ke depan pasangan terpilih dengan menggandeng seluruh siswa bertekad mewujudkan lingkungan sekolah yang elok dan asri. Program yang akan ia gulirkan berorientasi pada terciptanya siswa-siswi yang bermanfaat bagi orang lain. Untuk mewujudkan itu semua diperlukan tim yang solid dan smart.
“Kami mengangkat jargon dalam kampanye pemilu dengan semangat EMAS, yaitu mewujudkan sekolahan yang Elok, Bermanfaat, dan Smart. Dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat sekolah insya Allah cita-cita itu akan terwujud,” kata Candra.

JSIT Korda Semarang 2 Gelar Lomba Macapat dan APE

Januari 02, 2018
•

Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) korda Semarang 2 yang mewadahi forum komunikasi antar Sekolah Islam Terpadu (SIT) di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga menggelar lomba Tembang Macapat dan Alat Peraga Edukatif (APE). Lomba macapat untuk jenjang guru SDIT sedangkan lomba APE untuk jenjang SMPIT. Lomba untuk guru ini digelar di SDIT Ar Rohmah Ambarawa pada hari Sabtu (4/11) dan diikuti oleh puluhan guru dari SDIT dan SMPIT.
Muniroh, Ketua JSIT Korda Semarang 2 mengatakan bahwa tujuan diadakannya lomba kreativitas guru ini untuk meningkatkan inovasi pembelajaran dan kemampuan guru dalam mendidik para siswanya serta untuk melestarikan budaya jawa, yaitu tembang macapat.
“Lomba ini bertujuan untuk menggali inovasi guru-guru SIT. Juga sebagai upaya JSIT dalam melestarikan budaya jawa dengan tembang macapat. Yang berhasil menjadi juara 1 akan dikirim mengikuti lomba tingkat JSIT Jateng di Kudus 25 November mendatang,” tutur Muniroh.
Hal senada juga disampaikan oleh Ambar Nurwati, Kepala SDIT Ar Rohmah yang bertindak sebagai ketua panitia dalam sambutannya mengatakan event ini sebagai ajang sharing dan silaturrahim untuk meningkatkan ukhuwah serta saling mendoakan demi kemajuan SIT di Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, maupun di Jawa Tengah. “Dengan lomba ini kesempatan bagi kita semua untuk sharing dan bersilaturrahim demi kemajuan sekolah islam terpadu yang kita kelola,” kata Ambar.
Dalam lomba APE didapatkan juara sebagai berikut, juara Widiyarti (SMPIT Nurul Islam Tengaran), peringkat kedua Amrih (SMPIT Izzatul Islam Getasan), dan peringkat ketiga Lilik Suryani (SMPIT Cahaya Ummat Bergas). Untuk lomba Tembang Macapat sebagai juara Suhermawanto (SDIT Cahaya Ummat Bergas), peringkat kedua Tasliman (SDIT Permata Bunda Bawen), dan peringkat ketiga Lailatul Hasanah (SDIT Izzatul Islam Getasan).
Para pemenang Juara 1 akan mewakili JSIT Korda Semarang 2 lomba di tingkat provinsi Jateng yang akan digelar di Kabupaten Kudus, 24-25 November 2017 bersamaan dengan agenda Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-4 JSIT Jawa Tengah.

Sambut Tahun Baru Hijriyah, SMPIT Izzatul Islam Gelar Kemah

Januari 02, 2018
•


Sebanyak 127 siswa dan 15 pendamping pramuka SMPIT Izzatul Islam Getasan menggelar Kemah Ukhuwah, Senin-Rabu (18-20/9) di Bumi Perkemahan Indra Prastha Kecamatan Ampel Boyolali. Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk menanamkan kepribadian dan karakter yang baik bagi siswa serta sebagai media pembelajaran di luar kelas. Selain itu juga dalam rangka mengisi pergantian tahun baru Hijriyah 1439 H.
Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam mengatakan kegiatan kemah ukhuwah ini untuk melatih berbagai karakter positif dalam rangka membekali generasi muda yang akan memimpin bangsa pada masa yang akan datang.
“Dengan kemah, para siswa bisa belajar hidup mandiri. Mulai dari masak, mencuci baju, mencuci perlengkapan masak dan makan, dan sebagainya. Selain itu mereka juga belajar untuk mengaplikasikan nilai-nilai ukhuwah yang sebelumnya mereka dapatkan teorinya di dalam kelas,” kata Muniroh dalam rilisnya.
Kemah Ukhuwah Pramuka SMPIT Izzatul Islam Getasan kali ini mengambil tema “Berbekal Taqwa Meraih Cita, Menjalin Ukhuwah Membangun Bangsa”. Tema itu menurut, Dwi Pujiyanto selaku ketua panitia, diharapkan dengan kemah ini para siswa bersungguh-sungguh dalam mengumpulkan bekal ketaqwaan dan menjalin kerja sama dalam rangka menyongsong momentum 100 tahun kemerdekaan RI tahun 2045 mendatang.
“Tugas para pendidik sekarang adalah mengarahkan dan membekali generasi muda dalam rangka menyongsong 100 tahun kemerdekaan RI tahun 2045. Merekalah kelak yang akan memimpin bangsa dan Negara ini. Oleh karenanya, mari kita persiapkan,” kata Dwi Pujiyanto.
Kegiatan kemah ukhuwah kali ini diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya lomba memanah, LCC Pramuka, Wawasan Kebangsaan, Pioneering, Jungle Tracking, Api Unggun dan Pentas Seni, serta berbagai permainan outbond. 

Siswa SMPIT Izzatul Islam Bantu Korban Kebakaran

Januari 02, 2018
•

Siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Izzatul Islam Getasan, Jumat (3/11) menyerahkan bantuan berupa uang kepada keluarga korban musibah kebakaran di Gondangan Wetan. Uang sebanyak tiga juta rupiah hasil dari penggalangan dana dari seluruh siswa, guru, dan karyawan diserahkan langsung oleh Ketua OSIS, Candra Reza Permana kepada keluarga Ibu Rukmi yang masih mengungsi di kediaman saudaranya.
Musibah kebakaran rumah menimpa keluarga Ibu Rukmi, ibu dari siswi kelas satu SDIT Izzatul Islam Getasan pada hari Sabtu (28/10) yang lalu. Berdasarkan informasi kebakaran terjadi disebabkan oleh arus listrik dari seterika yang masih menancap pada steker listrik yang lupa dicabut.
Ketika api membesar rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal bekerja dan pergi ke pasar. Kebakaran terparah terjadi di ruang tamu dan kamar yang hangus terbakar. Api baru bisa dipadamkan setelah datang bantuan dua tangki mobil pemadam kebakaran.
Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam yang menyertai kegiatan penyaluran bantuan tersebut mengaku prihatin terhadap musibah yang terjadi pada salah satu wali murid SDIT Izzatul Islam. Sehingga dari sekolah menggalang infaq dari siswa dan guru untuk membantu meringankan musibah keluarga Ibu Rukmi.
“Dari SMPIT Izzatul Islam ikut prihatin atas musibah yang terjadi. Kami berharap keluarga Ibu Rukmi diberikan kesabaran dan menerima takdir dari Allah ini. Kami berdoa semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Muniroh.
Dari pihak keluarga korban kebakaran juga mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian dari keluarga besar SMPIT Izzatul Islam. “Hanya ucapan terima kasih yang bisa kami sampaikan. Maaf, malah merepotkan. Semoga Allah membalas kebaikan keluarga SMPIT Izzatul Islam dengan balasan yang terbaik. Sekolahannya semakin maju dan barokah,” kata Ibu Rukmi.
Ibu Rukmi merupakan wali murid dari Ataya, siswi kelas satu SDIT Izzatul Islam yang sehari-hari bekerja sebagai guru di salah satu TK. Adapun suaminya berjualan sayur di pasar.

SMPIT Izzatul Islam Raih Peringkat 3 UN Sekolah Swasta

Januari 02, 2018
•


SMPIT Izzatul Islam Getasan meraih peringkat 3 Ujian Nasional (UN) SMP swasta se-Kabupaten Semarang. Sedangkan untuk kategori sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Semarang, SMPIT menempati urutan ke-6. Dengan nilai rata-rata 276,75, sedangkan rincian tiap mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia 78,5, Bahasa Inggris 51,70, Matematika 76,69, dan 70,31. Pengumuman hasil UN diberikan kepada orang tua siswa kelas IX pada hari Jumat (3/6) serentak pukul 15.00 WIB di sekolah.

Pada tahun ini merupakan kali pertama sekolah islam di Kecamatan Getasan ini meluluskan siswa. Sebanyak 40 siswa dinyatakan lulus 100%. 

Muniroh, Kepala SMPIT Izzatul Islam mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih oleh peserta didiknya di angkatan yang pertama. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang yang telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam mempercepat pemerataan pendidikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Disdikbudpora yang telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi mempercepat pemerataan pendidikan di Kabupaten Semarang. Kami juga bersyukur UN pertama, SMPIT Izzatul Islam peringkat ke-3 sekolah swasta dan peringkat ke-6 SMP negeri dan swasta. Semoga menjadi motivasi untuk lebih berprestasi. Amin,” kata Muniroh usai acara pengumuman hasil UN di sekolah setempat.

Untuk nilai tertinggi diraih oleh Elsa Novanti dengan nilai 368,5 dengan rincian nilai masing-masing mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia 92,0, Bahasa Inggris 84,0, Matematika mendapat nilai sempurna 100, dan IPA 92,5.

SMPIT Izzatul Islam Salatiga Gelar Parenting bagi Orang Tua Siswa

Januari 02, 2018
•

Usai pelaksanaan Ulangan Tengah Semester (UTS) semester ganjil, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Izzatul Islam Getasan membagikan hasil UTS dirangkai dengan parenting bagi orang tua siswa.
Sekolah swasta yang baru berusia tiga tahun ini menghadirkan Ustadz Usep Badruzzaman dari Kota Semarang sebagai motivator. Kegiatan parenting ini diikuti oleh ratusan orang tua siswa di Aula Kecamatan Getasan, Sabtu (8/10).
Muniroh, Kepala Sekolah SMPIT Izzatul Islam mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin kerjasama yang baik antara orang tua siswa dan sekolah dalam mengantarkan anak-anak menjadi anak yang sholih dan sholihah. Kegiatan parenting sudah menjadi program sekolah yang dilaksanakan satu semester dua kali.
“Orang tua yang sudah menitipkan anaknya ke sekolah bukan berarti seratus persen tanggungjawab pendidikan anak dibebankan ke sekolah. Tapi anak-anak bisa menjadi seperti apa yang orang tua cita-citakan harus dengan kerjasama yang baik,” kata Muniroh dalam sambutannya.
Ustadz Usep Badruzzaman mengajak orang tua untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua ibarat lahan bagi pertumbuhan anak-anaknya. Maka sebagai orang tua kita harus mendukung dan mendoakan anak-anak kita. Kita harus yakin dibalik kelebihan anak kita pasti ada kekurangannya sebaliknya dibalik kekurangan anak kita pasti ada kelebihannya.
“Terimalah keadaan anak kita sekarang ini. Jangan membandingkan dengan orang lain bahkan kakak atau adiknya. Fokuslah pada kelebihan anak kita dan jangan fokus pada kekurangan anak kita yang sebenarnya prosentasenya lebih sedikit. Segala sesuatunya bisa dirubah dengan doa asalkan kita yakin dengan kekuatan doa. Doakan terus yang terbaik untuk anak-anak kita,” ajak Ustadz Usep Badruzzaman dalam motivasinya. 
 
Copyright © Sekolah Islam Terpadu Izzatul Islam . Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates